banner 728x250
Hukum  

Korban Tak Mau Berdamai Diversi Gagal, Perkara 6 Remaja Perusak Plank IPK di Binjai Lanjut

banner 120x600
banner 468x60

Binjai – YongGanas.com

Walau sudah dilakukan mediasi di Makodim 0203/LKT pada Kamis (23/6) lalu yang difasilitasi oleh Kapolres dan Walikota Binjai, serta Dandim 0203/LKT, namun hingga saat ini kedua belak pihak yang berseteru, yaitu IPK dan PP Binjai, belum menemui kesepakatan juga.

banner 325x300

Terbukti, hingga saat ini masih masih ada 6 orang yang ditetapkan tersangka yang berstatus sebagai pelajar dalam kasus pengrusakan plank milik IPK Binjai, yang terjadi pada Kamis (22/6) lalu.

Berbagai upaya dan usaha pun sudah dilakukan oleh orangtua ke-enam pelajar tersebut.

Salah satunya yaitu melakukan Diversi (pengalihan penyelesaian perkara pidana anak dari proses peradilan pidana ke proses diluar peradilan pidana).

Hal tersebut dibenarkan oleh Dt. Dody Sanjaya SH MH, CPM, CPHM, CPArb, CPC, CML, selaku kuasa hukum dari ke-enam pelajar yang hingga saat ini masih ditetapkan sebagai tersangka tersebut.

Saat ditemui di Mapolres Binjai, Kamis (20/7) sore, Dody Sanjaya mengatakan jika kedatangannya ke Mapolres Binjai, untuk menghadiri undangan Diversi terhadap 6 orang anak yang menjadi tersangka kasus pengrusakan.

“Benar, kehadiran kami disini untuk menghadiri undangan Diversi. Dalam pertemuan tadi dihadiri oleh mediator dari Menkumham, pelapor dan penyidik, serta kami selaku kuasa hukum dari orangtua anak anak tersebut,” ungkap Dody Sanjaya.

Adapun pembahasan dari pertemuan tersebut, lanjut Dody, guna membicarakan perdamaian atau penyelesaian perkara diluar pengadilan.

“Artinya itu tujuan Diversi tadi. Dalam pertemuan itu juga sudah ada penawaran dari orangtua atau pihak keluarga ke-enam orang anak tersebut untuk biaya ganti rugi sebesar Rp. 20.000.000 (Dua Puluh Juta Rupiah).

Namun hal itu ditolak oleh pelapor dengan alasan akan meneruskan perkara ini sampai ke pengadilan,” urai Dody Sanjaya.

Ditolaknya Diversi itu pun disesalkan oleh Dody Sanjaya. Sebab menurutnya, dalam pertemuan tadi tampak orangtua dari ke-enam anak anak yang masih berstatus pelajar itu tetap memohon kepada pelapor untuk meminta maaf dan menarik laporannya.

“Tapi si pelapor tetap bersikeras untuk tetap melanjutkan kasus itu ke pengadilan,” urainya.

Pada kesempatan itu Dody Sanjaya juga menjelaskan bahwa Diversi akan disetujui bila pihak pelapor mau melakukan perdamaian.

“Karena penentunya adalah pelapor. Kalau mau berdamai dengan anak anak ini, maka berhasil Diversi tersebut, dan itu akan menjadi catatan di pengadilan atau di kejaksaan bahwa perkara tersebut sudah selesai,” ujarnya.

Pun begitu, sebagai kuasa hukum, Dody Sanjaya masih berharap kepada pelapor agar bersedia untuk dilakukan Diversi.

“Apalagi tadi saat pertemuan kita melihat mereka sudah saling berpelukan dan menangis berharap iba dari pelapor.

Tapi pelapor sepertinya tidak bergeming dengan sikap dari orangtua anak anak tersebut,” tutur Kuasa Hukum ke-enam orang pelajar tersebut.

Disoal apakah pihaknya juga ada melaporkan kejadian yang terjadi pada Kamis, 22 Juni 2023 lalu, Dody Sanjaya pun mengakui hal tersebut.

“Awal kasus ini adalah penyerangan ormas IPK pada hari Kamis, 22 Juni 2023 sekitar pukul 11.00 Wib, dimana dalam hal ini mereka (IPK_red) menyerang rumah masyarakat dan disekitar situ ada rumah ketua MPC PP Binjai.

Disitulah terjadi pelemparan yang dilakukan oleh mereka sembari membawa senjata tajam,” tegas Dody Sanjaya.

Akibat dari pelemparan yang dilakukan oleh pihak IPK tersebut, lanjut pria berpenampilan Macho ini, beberapa rumah mengalami kerusakan.

“Kami sudah melaporkan pengrusakan itu. Namun kalau saya ditanya, saya maunya damai dan kita juga siap untuk mencabut laporan itu kalau memang nantinya kita temukan satu kesepakatan,” ujar Dody Sanjaya.

Dilakukannya Diversi menurut Dody Sanjaya, karena sebelumnya sudah dilakukan mediasi antara ketua IPK dan MPC PP Binjai, yang dilaksanakan di Kantor Kodim 0203/Langkat.

“Mediasi itu difasilitasi oleh Kapolres dan Walikota Binjai serta Dandim 0203/Langkat.

Bahkan didalam kesepakatan itu sudah disebutkan semuanya klausul klausul apa yang menjadi kesepakatan itu dan sudah disetujui kedua belah pihak.

Namun sayangnya hingga saat ini kesepakatan itu tidak terealisasi,” tuturnya.

Diakhir ucapannya, Dody Sanjaya kembali berharap agar upaya Diversi dapat berjalan dengan baik dan pelapor dapat mencabut laporannya.

Sementara itu, salah seorang orangtua pelajar yang namanya enggan disebutkan saat dikonfirmasi awak media di Mapolres Binjai, juga meminta kepada pelapor agar mencabut laporannya.

“Sebagai orang tua, saya mohon maaf kepada pelapor atas perbuatan anak kami. Masa depan anak kami masih panjang.

Kami sangat sedih, apalagi selama ini anak kami tidak ada masalah dengan pihak sekolah,” ungkap salah satu ibu dari pelajar tersebut.

Wanita berhijab itu juga mengakui, walau saat ini tidak ditahan, namun anaknya tersebut tetap wajib lapor. “Anak saya tetap wajib lapor. Begitupun dia tetap masuk sekolah.

Untuk itu saya mohon kepada pelapor untuk mencabut laporannya,” harap wanita paruh baya tersebut didampingi orang tua lainnya dari para pelajar itu.

Terpisah, Kanit PPA Polres Binjai Bripka Narti, saat dikonfirmasi awak media membenarkan adanya upaya Diversi tersebut.

“Benar ada upaya Diversi. Walau perbuatan anak anak itu sudah dimaafkan, namun pelapor tetap ingin melanjutkan kasus ini,” demikian ungkap Kanit PPA Polres Binjai. (Tra/yg)

banner 325x300

Respon (1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scatter Hitam Slot Scatter Hitam Mahjong
error: Dilarang copy paste ya bro !!!